Berbicara tentang kehidupan kebanyakan saat ini yang terfikir kita jauh terbentang adalah mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok dan sampai hal yang lainnya. Namun pernahkan kita bertanya pada semua itu, apakah sesungguhnya itu semua dapat memuaskan hati kita??. Tentu jawaban yang akan di dapat adalah berbeda. Perbedaan tersebut akan terlihat seberapa pandai kita dalam menilai dunia ini.
Kehidupan manusia diatas bumi ini menghadapi berbagai macam masalah dan kebutuhan yang mendorong untuk menggunakan potensi yang dimilikinya sesuai dengan rangsangan tentang kebutuhan dan masalah yang timbul tersebut. potensi tersebut terdiri dari tubuh (fisik) yang meliputi rongga kepala dan rongga badan yang didalamnya terdapat panca indera dengan bagian-bagiannya. Selain anggota tubuh manusia juga memilki rohani yang meliputi Akal/ ratio, yang melahirkan fikir sehingga timbul ilmu pengetahuan dan filsafat. Rasa yang dapat melahirkan keharuan, kesenangan (emosi dan imajinasi) yang berwujud karya seni. Dan manusia pun memiliki kepercayaan dan keyakinan.
Kesemua itu saling lengkap-melengkapi dan ada kaitanya satu sama lain dalam berkreasi terhadap rangsangan yang datang pada dirinya.
Potensi manusia selalu digunakan dalam mencari, mengumpulkan, menganalisa, dan menyimpulkan masalah yang datang pada dirinya, walaupun hal tersebut bersifat subjektif, karena menggambarkan warna dalam keadaan diri seseorang, jadi belum tentu terdapat pada setiap orang apalagi keseluruhan. Keadaan ini menyatakan adanya keterbatasan kemampuan manusia untuk melahirkan ide dan perilaku.
Atas hal tersebut yang terjadi ketidakpusan manusia di dalam kehidupannya mengakibatkan adanya usaha untuk mencari pemenuhan kebutuhan dengan melihat, membandingkan, menyamakan, dan mengambil hasil pendapat dari luar dirinya yang dianggap akan dapat menambah, memenuhi, dan menjelaskan hal-hal dirasakan kurang didalam dirinya. Akan tetapi semua yang berasal dari hasil penggunaan potensi manusia tidak ada yang dapat menjawab dan menjelaskan ketidakpuasan yang timbul dalam dirinya, sehingga hal ini mendorong manusia untuk meminta bantuan keluar diri manusia (metafisika) Metafisika (Bahasa Yunani: μετά (meta) = "setelah atau di balik", φύσικα (phúsika) = "hal-hal di alam") adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta?.(www.wikipedia.org)
Namun lagi-lagi semua perangkat komponen yang dimiliki manusia itu tergantung pada sebuah multi system dari kesuluruhan itu adalah “Akal”. Jika dalam sebuah system kerja pada computer akal ibarat processor, dan hati adalah memori untuk memproses kegiatan akal, namun jauh sebelum semua kegiatan tersebut terlaksana, ada satu post di computer tersebut yaitu BIOS (Basic input output system) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan segala kegiatan perangkat computer sehingga dapat berfungsi dengan baik dan benar.
Lalu apa hubungannya dengan manusia, apa Basic input output system untuk mesin kehidupan ini. Bagi kita yang meyakini bahwa dalam islam ada 6 pilar keimanan ada satu yang ada disamping kita saat ini dialah yang diturunkan oleh tuhan untuk pedoman manusia, dari sana kita tau siapa Allah tuhan seluruh alam, pemilik kekuasaan, malaikat yang setia kepadaNya dalam menjadi tentara Allah, kita pun mengenal rasul yang diutusa sebagai rahmat bagi seluruh alam, dialah Muhammad nabi terakhir yang membawa peradaban dunia dengan perjuangannya sampai kepada gambaran yang Allah beritahukan bahwa akan adanya hari kiamat dan kita akan dibangkitkannya (hari akhirat) setelah itu . Itu semua adalah “Alquran”, inilah basic awal untuk seluruh manusia, sebagai peraturan yang jelas sebagai pengatur seperangkat tubuh manusia, yang menunjukkan proses untuk sebuah hidup dan dan sebagai hujjah (alasan) atas segala yang dilakukannya. Sehingga jika kita sudah mau dekat dengan kitab Nya, impian untuk menjadi hamba kesayangan dan kemakmuran untuk bumi inipun bukan hanya angan. Al-Baqarah (2:185)…Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Seperti kebanyakan orang bilang "Hidup hanya sekali", jadi manfaatkanlah. Mendengar kata itu, mungkin tidak asing ditelingan kita semua, baik itu di kalangan teman, atau lingkungan kerja. biasanya kata itu terucap ketika ada sebuah pilihan dalam hal tindakan yang membuat kita untuk "memilih" bisa jadi menjadi hal yang bersinggungan dengan hati nurani atau sebaliknya berlawanan dengan lingkungan, ya! itu bisa terjadi.
Keadaan yang tidak mutlak melahirkan kerusakan, kesementaraan, dan akhiranya kebinasaan pada diri manusia itu sendiri. Sesuai dengan perkembangan kemampuan mencari kebenaran mutlak dan universal yang dapat berlaku untuk keseluruhan rangsangan dengan tidak mengenal batas waktu, jenis, jumlah, dan nilai.
Kebenaran mutlak dan universal itu lahir dari agama, yang bersumberkan wahyu llahi yang dapat berlaku untuk keseluruhan jaman, dan manusia yang akan dan mau menggunakannya, karena sumber pembuatnya sendiri bukanlah manusia yang terbatas kemampuan dan dan perkembangannya, karena selalu dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial dan alam yang juga selalu berubah dan tidak dapat universal.
Al-Hijr (15:9) Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
Al-Imran (3:19) Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Dan karena manusia selalu berhadapan dengan lingkungan selalu mengadakan penyesuaian (adjustment), sejauh mungin bilamana penyesuian tidak dapat dilakukan maka manusia menerima keadaan itu konstanta dan dia menyerah pada keadaan yang demikian (adaption).
Kapan manusia bersikap demikian, itu bergantung pada pengambilan keputusan dengan menggunakan potensi yang ada pada dirinya, sehingga pengambilan keputusan tersebut akan berakibat pada pemuasan masalah. Jadi kesuksesan kita itu masih bisa kita buat atas pilihan hidup yang kita buat, seperti dalam
Untuk itu kembali kepada sejauh mana kita semua memandang dunia ini, jika “hidup hanya sekali” ????

RSS Feed (xml)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar